Gunung Ile Lewotolok Erupsi Dua Kali

Berita Maluku Terkini   Berita Maluku Terbaru   Kupang (DMS) – Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), erupsi dua kali pada Senin (7/9) pagi. Kolom abu vulkanik dari dua erupsi tersebut mencapai sekitar 600 meter di atas puncak. Pengamat Gunung Api Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, mengatakan erupsi pertama terjadi pada pukul 05.41 Wita. Kolom abu teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kolom abu pada erupsi pertama berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Abu vulkanik teramati condong ke arah tenggara dan barat daya. Berita Lainnya DKI Imbau Warga Waspada Hoaks Abu Vulkanik Bandarlampung Sediakan Layanan Kesehatan bagi Warga Terdampak Abu GAK KA Wijaya Kusuma Terlambat 104 Menit Akibat Tertemper Mobil Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar 42 detik. Letusan juga disertai suara dentuman dengan intensitas sedang. Erupsi kedua terjadi sekitar 34 menit kemudian, tepatnya pukul 06.15 Wita. Tinggi kolom abu kembali mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau 2.023 mdpl. Pada erupsi kedua, kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat daya. Aktivitas tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan berlangsung selama sekitar satu menit enam detik. “Letusan kedua disertai dentuman dengan intensitas lemah,” ujar Stanislaus. Status Gunung Ile Lewotolok Stanislaus mengatakan status aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok saat ini berada pada Level II atau Waspada. Dengan status tersebut, masyarakat di sekitar gunung serta pengunjung, pendaki, dan wisatawan diminta tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok. Masyarakat juga diminta tidak memasuki sektor selatan dan tenggara dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung. Selain itu, masyarakat diimbau mewaspadai potensi guguran atau longsoran lava dan awan panas di sektor selatan, tenggara, barat, serta timur laut Gunung Ile Lewotolok. Warga Diminta Waspadai Abu Vulkanik Untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik, masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok diimbau menggunakan masker untuk melindungi mulut dan hidung. Warga juga diminta menggunakan perlengkapan pelindung mata dan kulit saat beraktivitas di luar rumah. Tempat penampungan air bersih sebaiknya ditutup untuk mencegah paparan abu vulkanik. “Masyarakat juga diimbau menutup tempat penampungan air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik,” kata Stanislaus. Pemerintah daerah dan masyarakat diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape. Informasi terbaru mengenai aktivitas gunung api juga dapat diperoleh melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau Badan Geologi di Bandung.